Dua Faktor Penyebab Pecah Ban

Selain faktor manusia kecelakaan lalulintas terjadi juga karena faktor teknis seperti pecah ban. Kecelakaan yang terjadi akibat pecah ban bisa dibilang fatal karena mobil yang mengalami pecah ban akan sulit dikendalikan sehingga mobil akan terbalik atau terguling, bila mobil sedang melaju kencang di jalan tol tiba-tiba ban pecah maka kemungkinan koprol atau salto berkali-kali bisa terjadi. Ada dua faktor utama yang menyebabkan ban pecah yaitu :
  1. Tekanan Angin : Tekanan angin yang berlebih dalam ban menyebabkan ban menjadi sangat keras, sehingga karet ban dipaksa melar karena menyesuaikan tekanan udara yang berlebihan tersebut. Gesekan ban dengan aspal menyebabkan kondisi ban ikut panas apalagi jika cuaca disekitar juga panas terik, suhu udara di dalam ban ikut naik, jika karet ban sudah tidak kuat lagi menahan tekanan udara dalam ban terjadilah pecah ban. Karena sifat udara biasa adalah fluktuatif tidak seperti nitrogen yang cenderung stabil. Oleh karena itu sesuaikan tekanan udara yang direkomendasikan pabrik mobil, bisa dilihat aturan tekanannya di dekat pintu sebelah kanan atau pintu supir. Beralih ke nitrogen. Saat ini di kota-kota besar sudah banyak bengkel ban atau pom bensin yang menawarkan jasa pengisian nitrogen, tidak ada salahnya bila kita beralih dari angin biasa dengan nitrogen. Ban yang diisi dengan nitrogen menjadikan suhu dalam ban lebih stabil, pengendalian lebih mantap, dan laju mobil terasa lebih ringan. Ban yang diisi nitrogen juga tidak mudah kempes karena molekul nitrogen yang lebih besar dibandingkan angin biasa menjadikan nitrogen sulit untuk keluar dari pori-pori ban. 
  2. Kondisi ban : Jika mobil yang digunakan tergolong punya jam terbang tinggi memasuki usia tiga atau empat tahun kondisi ban mulai menurun seperti traksi yang mulai hilang alias gundul, kelenturan karet yang berkurang dan muncul retak-retak kecil pada ban. Ban seperti ini biasanya mulai terlihat gejala-gejala seperti angin yang cepat berkurang sehingga kita sering mengisi angin padahal ketika di cek tidak ada bocor sedikitpun. Karena pori-pori ban mulai melebar perlahan tekanan angin dalam ban keluar sendirinya dari pori-pori ban itu. Sangat berbahaya bila terus digunakan, belum lagi jika terdapat sobekan pada dinding ban karena pernah nyenggol trotoar atau menghantam batu tajam. Daripada keburu pecah di jalan yang akan menyusahkan nantinya, demi keselamatan sebaiknya segera mengganti ban yang sudah "tua" tersebut dengan ban yang baru. 
contoh ban pecah : www.popularmechanics.com

Dari dua faktor penyebab ban pecah tadi semoga anda mendapatkan manfaat dari tulisan ini. Terimakasih telah membaca tulisan saya. Selalu hati-hati di jalan dan utamakan keselamatan. 

Comments

Popular posts from this blog

Ganti Pompa Bensin Kijang Innova Generasi Awal

Menghilangkan Jamur & Waterspot Pada Kaca Mobil Kesayangan Anda

Saatnya Service Besar